Warga Kampung Rawa Malang di Jakarta Utara ingin ubah kesan negatif

Kami akan dukung penuh

Jakarta Polri.co.id – Sejumlah penduduk Kampung Rawa Malang di Cilincing, Jakarta Utara ingin mengubah kesan negatif kawasan tersebut menjadi positif, antara lain melalui ikut program pelatihan keterampilan dari pemerintah kota setempat. 
 
Sekretaris Kota Jakarta Utara Abdul Khalit di Jakarta, Jumat, mengatakan permintaan warga tersebut memang ada dan sudah dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penataan kawasan Rawa Malang, Cilincing, di Ruang VIP, Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Utara. 

“Ada beberapa permintaan dari warga di sana untuk diberikan keterampilan. Mereka ingin memiliki keahlian untuk alih profesi, untuk melanjutkan hidup dan kami sudah mengkoordinasikan dengan instansi terkait,” kata Khalit.

Pihaknya mengajak keterlibatan Perwakilan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara, Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sudin Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi, Badan Amil Zakat Nasional-Badan Amil Zakat Infak Sedekah Kota, serta dunia usaha di Jakarta Utara dalam program itu.

Baca juga: Tempat hiburan malam tak berizin beri pengaruh tidak baik untuk anak

Baca juga: Pengawasan tempat hiburan malam di Cilincing ditingkatkan

“Masing-masing mempersiapkan berbagai pembekalan keterampilan yang akan diberikan untuk mereka,” katanya.

Menurut Khalit, mengubah kesan negatif kawasan tersebut memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun demikian, katanya, rangkaian perubahan tersebut sudah mulai dilakukan, baik pelaksanaan pengawasan secara rutin dan terpadu oleh Satpol PP bersama TNI dan Polri ataupun pendataan penduduk dan bangunan di sana.

Abdul Khalit berharap Rawa Malang dapat berubah menjadi lokasi wisata baru dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Utara saat ini.

Baca juga: Menteri PPPA ajak masyarakat berani laporkan tindak kekerasan seksual

Baca juga: Menteri PPPA kunjungi anak korban kekerasan seksual di Jakarta Utara

“Kami akan dukung penuh setiap perubahan yang diinginkan masyarakat. Pembekalan keahlian, pendampingan untuk alih profesi kami fasilitasi. Mari bersama-sama berkolaborasi menjadikan Rawa Malang menjadi lokasi wisata baru di Jakarta Utara,” katanya. 

Kawasan Rawa Malang, Jakarta Utara dikenal publik akhir-akhir ini karena di sana marak kegiatan prostitusi liar. Bahkan, disebut-sebut pada pemberitaan media portal terbitan Jakarta, pada akhir Oktober tahun ini, kegiatan asusila itu muncul kembali meski secara sembunyi-sembunyi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara Yusuf Madjid usai merazia kawasan Rawa Malang akhir September 2022 mengakui hal itu.

“Memang area ini menjadi tidak sehat karena di sini juga banyak anak-anak. Warga sebahagian di sini berumah tangga dan memiliki putra-putri, yang akhirnya mereka melihat hal-hal yang tidak pantas mereka lihat di usianya,” kata Yusuf.

Yusuf mengaku, berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh Pemkot Jakarta Utara untuk menertibkan kampung itu dari prostitusi liar. 

 

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment