Warga Jakbar diingatkan untuk bisa PSN mandiri demi cegah DBD

Masyarakat diingatkan untuk aktif bisa melakukan PSN secara mandiri

Jakarta Polri.co.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengingatkan warga untuk dapat aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mandiri demi mencegah merebaknya demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.

“Masyarakat diingatkan untuk aktif bisa melakukan PSN secara mandiri,” Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Langkah ini, katanya, antara lain bisa ditempuh dengan cara  dengan cara “3M Plus”.

Ia merinci 3M, antara lain: pertama, menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air dan lain sebagainya.

Baca juga: Warga Jaksel diminta rajin lakukan pemberantasan sarang nyamuk

Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

 

Sedangkan, kegiatan “plus” adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan  memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

Selain itu, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan lain-lain.

“Terakhir, ya PHBS (pola hidup bersih dan sehat,” katanya, termasuk membuang sampah secara teratur dan tidak membiarkan kubangan kubangan kotor.

Dia juga menegaskan, lokasi permukiman selama ini berpotensi menimbulkan sarang nyamuk yang menyebabkan penyebaran DBD.

Baca juga: Pemkot Jaktim ajak warga antisipasi DBD dengan jadi jumantik mandiri

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan aktivitas pengawasan oleh juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap kelurahan dan kecamatan.

“Kami juga akan tindak cepat melakukan penyemprotan ke wilayah permukiman untuk meminimalkan nyamuk penyebab DBD,” katanya. 

Ia berharap dengan segala aktivitas itu, maka angka penyebaran kasus DBD di wilayah Jakarta Barat bisa ditekan walaupun sudah memasuki musim penghujan.

Data terakhir kasus DBD di daerah itu, sampai April terdapat 270 kasus, Mei 227 kasus dan 120 kasus pada Juni tahun ini.

 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment