Warga bantaran sungai diminta tak tebang pohon

agar tidak menebang pohon di sekitar lereng

Jakarta Polri.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI meminta warga dekat bantaran sungai tidak menebang pohon di kawasan itu untuk mencegah tanah longsor.

“Mengimbau kepada masyarakat yang berada di kawasan sekitar sungai agar tidak menebang pohon di sekitar lereng,” kata Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Michael Sitanggang di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pohon dapat memperkuat kondisi tanah terutama saat cuaca ekstrem.

Selain meminta tidak menebang pohon, BPBD DKI juga tidak melakukan pemotongan lereng secara tegak lurus untuk menghindari kejadian tanah longsor.

Baca juga: BPBD DKI diminta koordinasi dengan BMKG-BNPB untuk antisipasi longsor

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lereng apabila hujan deras sebagai antisipasi pergerakan tanah.

Untuk meminimalkan dampak, pihaknya memberikan informasi peringatan dini pergerakan tanah yang bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi  Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman bpbd.jakarta.go.id dan media sosial BPBD DKI, sebagai langkah kesiapsiagaan bagi masyarakat.

Pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan seperti lurah dan camat untuk memantau titik-titik yang rawan longsor, bersama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DKI.

Total ada sekitar 267 personel TRC di seluruh kelurahan di DKI Jakarta.

Baca juga: Potensi rawan longsor di Jakarta meluas jadi 15 titik

“Kami menyiagakan layanan kedaruratan melalui nomor 112 agar masyarakat dapat melaporkan keadaan darurat yang dialami atau ditemui dan juga bisa dilaporkan melalui aplikasi Jakarta Kini (JaKi),” katanya.

Berdasarkan data PVMBG,  beberapa tanah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah.

Menurut PVMBG, Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sementara itu pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Baca juga: Warga Jakarta diimbau pantau potensi cuaca ekstrem

PVMBG mengungkapkan potensi pergerakan tanah yang rawan longsor di Jakarta pada Januari 2023 meluas menjadi 15 titik atau bertambah dibandingkan Desember 2022 yang mencapai 10 titik karena cuaca ekstrem.

Adapun 15 titik di Jakarta yang memiliki potensi pergerakan tanah, yakni Jakarta Pusat meliputi wilayah Kecamatan Menteng.

Kemudian, Jakarta Selatan meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet.

Selanjutnya di Jakarta Timur meliputi wilayah Kecamatan Cakung, Kramat Jati, Matraman, Pasar Rebo dan Pulo Gadung.

Baca juga: BPBD DKI minta waspadai pergerakan tanah di 10 titik

Mencermati data itu, penambahan titik potensi pergerakan tanah di DKI dibandingkan Desember 2022, yakni Tebet, Menteng, Matraman, Pulo Gadung dan Cakung.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Leave a Comment