TransJakarta evaluasi sistem pembayaran sebabkan penumpang antre

Jakarta Polri.co.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengevaluasi pengaktifan kembali sistem pembayaran melalui kartu yang menyebabkan penumpang mengantre di sejumlah halte.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT TransJakarta, Anang Rizkani Noor, menjelaskan kejadian itu akibat penerapan kebijakan sistem pembayaran baru yang belum diketahui oleh sebagian pengguna TransJakarta.

Baca juga: Wagub DKI: Antrean di TransJakarta akibat teknis terkait pembayaran

​​​​​​”Dalam transisi inilah yang dilakukan kemarin itu dan karena masih ada yang belum tap out di perjalanan sebelumnya, maka kemudian hal itu mereka terkurangi saldonya. Ada yang mau masuk lagi tidak cukup saldonya sehingga akan terblokir,” kata Anang Rizkani Noor di Jakarta, Kamis.

Anang menambahkan pihaknya telah mensosialisasikan kebijakan sistem pembayaran baru atau tarif terintegrasi tersebut kepada para pengguna TransJakarta.

Akan tetapi dalam implementasinya masih ada pengguna TransJakarta yang belum mengetahui pasti terkait kebijakan sistem pembayaran baru tersebut sehingga menyebabkan antrian penumpang.

“Jadi sosialisasinya sudah sejak Maret 2022. Jadi tidak benar kalau tidak ada sosialisasi sebelumnya

Hanya memang mungkin ada yang tahu dan tidak, juga ada yang belum melakukan tap out atau menempelkan kartu waktu turun di sebelum hari diberlakukannya,” ujar Anang.

Lebih lanjut, Anang pun memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi antrean panjang pengguna TransJakarta akibat kebijakan sistem pembayaran baru tersebut.

Baca juga: TransJakarta wajibkan pelanggan tempel kartu saat naik-turun bus

Dia juga memastikan bahwa sistem pembayaran terintegrasi itu sudah siap diterapkan di setiap halter TransJakarta.

“Saat ini sistem sudah ada dan di dalam transisi itu ada yang perlu disempurnakan. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan makin baik dan persoalan yang kemarin terjadi itu semakin sedikit mengenai halte,” tutur Anang.

Sebelumnya antrean panjang terjadi di sejumlah halte akibat kebijakan, satu orang satu kartu dan kewajiban memindai kartu di mesin saat keluar masuk (tap in/tap out), pada Rabu (5/10).

Apabila pada perjalanan sebelumnya misalnya ketika menumpangi bus tanpa halte atau non BRT yang tidak tap out saat turun, maka pada perjalanan selanjutnya kartu pembayaran otomatis akan terblokir.

Dua kebijakan tersebut berdampak kepada antrean panjang karena banyak penumpang yang kartunya terblokir dan tidak banyak penumpang yang mengetahui kebijakan itu.

Baca juga: Sejarawan tak ingin ada komersialisasi di situs sejarah

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment