Pemkot Jakbar kerahkan jumantik usai banjir di Kembangan Selatan

Jakarta Polri.co.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat mengerahkan tim juru pemantau jentik (jumantik) setelah banjir di permukiman di Kembangan Selatan surut.

“Kita kerahkan tim jumantik dari tingkat kelurahan dan kecamatan supaya tidak terjadi peningkatan kasus DBD,” kata Camat Kembangan, Joko Sumarno saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Joko menjelaskan, pihaknya juga

​​​​​mengerahkan pasukan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk melakukan pembenahan lingkungan setelah banjir.

Mereka ditugaskan untuk membersihkan jalanan, selokan dan rumah warga dari lumpur setelah banjir.

Setelah dibersihkan, tim jumantik berkeliling ke setiap rumah untuk memeriksa kubangan dan bak air guna memastikan keberadaan jentik nyamuk.

Baca juga: Warga Jakbar diingatkan untuk bisa PSN mandiri demi cegah DBD

Jika di lokasi ditemukan jentik nyamuk ataupun orang yang mengalami gejala DBD, pihaknya akan menurunkan petugas untuk melakukan penyemprotan atau “fogging”.

“Nanti pemeriksaan akan dilakukan tim jumantik supaya teman teman juga semangat menanggulangi DBD. Kita lakukan setiap hari Jumat,” kata Joko.

​​​​​​Joko mengatakan, kondisi banjir di lokasi Kembangan Selatan semakin surut. Tercatat ada 100 rumah terendam banjir saat hujan deras melanda kawasan tersebut, Kamis (6/10).

Banjir tersebut terjadi karena Kali Pesanggrahan meluap sehingga permukiman yang ada di sekitar lokasi tersebut banjir.

Baca juga: Pemkot Jakbar ingatkan warga jaga pola hidup untuk hindari wabah DBD

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari juga mengingatkan warga untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mandiri demi mencegah demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.

Langkah ini antara lain bisa ditempuh dengan cara “3M Plus”. P​ertama,

menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air dan lain sebagainya.

Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sedangkan kegiatan “plus” adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk..

 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment