Pembangunan 11 kilometer tanggul pantai lanjut hingga 2025

Jakarta Polri.co.id – Pemprov DKI Jakarta melanjutkan pembangunan 11 kilometer tanggul pantai di pesisir utara Ibu Kota selama tahun jamak pada 2023-2025.

“Sepanjang 11 kilometer ini yang akan kami bangun tiga tahun ke depan,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Yusmada Faizal di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Adapun tanggul pantai sepanjang 11 kilometer itu berada di empat klaster yakni Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat dan Kali Blencong.

Dari empat klaster itu, kata dia, untuk sementara ini disiapkan anggaran pembangunan tanggul pantai sebesar Rp595 miliar untuk klaster Ancol Barat, sebagian wilayah Muara Angke dan Kali Blencong.

Yusmada menambahkan anggaran itu untuk pembangunan tanggul dan tidak ada untuk pembebasan lahan karena berada di area pantai.

Baca juga: DKI matangkan konsep pembangunan tanggul laut raksasa

Ia menambahkan dari total 46 kilometer pesisir utara Jakarta yang rawan rob, tanggul pantai sepanjang 13 kilometer sudah selesai dibangun.

Saat ini, kata dia, masih menyisakan 33 kilometer pembangunan tanggul pantai yang dikerjakan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dari 33 kilometer itu, kata dia, 22 kilometer menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta dan 11 kilometer lainnya kewenangan Kementerian PUPR.

Setelah ditinjau kembali, Yusmada menambahkan Pemprov DKI memiliki kewenangan membangun tanggul pantai sepanjang 11 kilometer.

“Dari 22 kilometer oleh DKI ini ada revisi yang kami mengeluarkan area Pelindo sama Tanjung Priok itu tersisa tinggal 11 kilometer. Nah 11 kilometer ini lah yang kami akan bangun tiga tahun ke depan,” katanya.

Baca juga: DKI bangun tanggul pesisir utara Jakarta secara bertahap

Menurut dia, dari revisi itu ada area pembangunan tanggul pantai yang rencananya akan dikerjakan oleh Pelindo yakni di kawasan Sunda Kelapa.

Sedangkan di kawasan Tanjung Priok, kata dia, pihaknya tidak membangun tanggul namun hanya melakukan penguatan untuk mengurangi rob di antaranya dengan mengerahkan pompa air.

“Tanjung Priok itu sebenarnya kami tinggal penguatan, jadi tidak perlu lagi tanggul, tinggal penguatan menggunakan pompa-pompa di area Tanjung Priok di Jalan Raya Pelabuhan itu, kami tidak membangun tanggul pantai di area itu,” katanya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Leave a Comment