Pejaten Barat dan komunitas berhasil bebaskan 10 anak dari gizi buruk

Hasil pemeriksaannya terbukti ada delapan balita memiliki flek di paru-paru

Jakarta Polri.co.id – Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan bersama komunitas Balita Sehat Pejaten Barat (Balihat Pejabat) berhasil membebaskan 10 anak dari gizi buruk serta masih ada delapan anak lagi yang sedang menjalani perawatan.

“Anak yang kami tangani 19, sebanyak 10 anak sudah sehat, delapan masih menjalani pengobatan, dan satu dinyatakan meninggal,” kata Lurah Pejaten Barat Asep Umar saat ditemui, di Jakarta, Senin.

Asep menuturkan 10 anak yang sembuh dari gizi buruk tersebut rutin mengikuti kegiatan komunitas Balihat Pejabat yang diresmikan pada 4 Oktober 2022 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap Selasa, setiap bulan diadakan pertemuan dengan dokter umum, ahli gizi, hingga dokter spesialis dari puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Menurut Asep, keberadaan dokter-dokter tersebut tentunya sangat membantu untuk memastikan penyakit yang menyerang para balita dan langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Hasil pemeriksaannya terbukti ada delapan balita memiliki flek di paru-paru dan kini mereka menjalani rawat jalan,” sambungnya.

Sebanyak delapan balita tersebut menjalani pengobatan dengan setiap harinya meminum obat yang tidak putus sejak November 2022 sampai enam bulan ke depan.

Ditambahkan Asep, pihaknya memberikan pendampingan melalui Balihat Pejabat dengan mengajarkan para ibu memasak makanan bergizi hingga pembagian susu formula secara gratis demi percepatan penurunan angka gizi buruk di wilayahnya.

“Persoalan gizi buruk bukan hanya dari pola asuh, tapi juga karena ada penyakit penyerta yang tidak diketahui orangtua sehingga pertumbuhan anak terlambat,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memberi tambahan gizi kepada sejumlah balita demi perbaikan kesehatan dan pengentasan tengkes (stunting) di Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu.

“Ada 1.200 balita di Kelurahan Pejaten Barat. Ditemukan 19 balita yang lima diduga stunting dan 14 berada di garis merah atau gizi buruk,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho di RPTRA Melinjo, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Baznas-Bazis DKI Jakarta tingkatkan gizi masyarakat Mampang Prapatan

Baca juga: Pemkot Jaksel tingkatkan sistem manajemen data tekan tengkes

Baca juga: Pemkot Jaksel ajak orang tua tingkatkan pengolahan gizi cegah tengkes

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Leave a Comment