Pameran seni KolaborAKSI resmi ditutup

Jakarta Polri.co.id – Pameran seni KolaborAKSI yang digelar oleh Anindhaloka dan Speak Up for Sustainability resmi ditutup pada Sabtu (24/9) malam.

“Kegiatan ini ditutup malah menjadi titik awal sebenarnya untuk membuat satu gerakan yang lebih besar bersama-sama. Tentunya seperti apa yang kita tuju, destinasinya kan bahagia,” ungkap Project Exhibition Speak Up for Sustainability Hastjarjo Boedi Wibowo saat dijumpai di Anindhaloka, Jakarta Selatan, Sabtu malam (24/9).

Pameran seni ini sudah dihelat sejak 14 September lalu dengan menggandeng 50 seniman dari sejumlah negara diantaranya Indonesia, Taiwan, Thailand, Ukraina, Vietnam, China, Mesir hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Pameran seni “KOLABORAKSI” diikuti seniman dari 9 negara

Tak hanya menggelar pameran seni, acara ini juga turut menggelar acara lain seperti workshop hingga talkshow. Sejak 14 September hingga ditutup, Cok Agung selaku ketua panitia KolaborAKSI mengatakan bahwa acara tersebut sudah diikuti oleh 1.500 lebih pengunjung.

“Yang tercatat sih ada 1.500 orang. Tapi mungkin lebih ya karena ada juga yang dari non-registrasi. Jadi kita masih dalam proses penghitungan total keseluruhannya sih,” ungkap Agung.

Di sisi lain, Hastjarjo juga menyampaikan bahwa pihaknya kini juga sedang mempersiapkan untuk satu festival keberlanjutan lagi di Maret 2023 mendatang. Namun, acara tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan perencanaan sehingga dia belum dapat menginformasikan lebih detail.

“Pada bulan Maret nanti kami akan menyelenggarakan festival kebahagiaan atau Happiness Festival. Ini juga satu titik tolak untuk bersama-sama kita menjalin komunikasi lagi untuk mempersiapkan kegiatan yang lebih besar di bulan Maret tahun depan,” papar Hastjarjo.

“Sebenarnya sekarang ini adalah cerminan acara dalam lingkup kecilnya. Nanti di acara besar akan banyak kolaborasi dengan teman-teman penggiat komunitas ya. Apapun itu tidak jauh dari masalah keberlanjutan dan kesetaraan,” sambungnya.

Pada acara penutupannya, KolaborAKSI menggelar beberapa kegiatan seperti Yoga Bahagia, meracik teh lokal, screening film “Suster Apung”, meramu alam AsalUsul, fortune teller dan ditutup dengan sesi ramah tamah.

Hastjarjo mengatakan meskipun respon untuk KolaborAksi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, dia tetap merasa senang karena kegiatan ini sudah kembali aktif setelah sempat terhantam pandemi.

“Kami cukup senang dengan respon yang meskipun tidak wow gitu, tidak banyak banget yang datang, tapi ternyata mereka punya ketertarikan terhadap masalah berkelanjutan. Kami mencoba ini jadi titik tolak untuk berkegiatan yang lebih produktif nanti ke depannya,” tutup Hastjarjo.

Baca juga: Delegasi TWG G20 nikmati seni budaya Bali di atas kapal phinisi

Baca juga: Anies pastikan tak ada komersialisasi seni budaya di TIM

Baca juga: 135 seniman terlibat dalam pameran gelaran Putri Sukmawati di Bali

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment