Malaysia catat dua kematian komplikasi DBD di awal Oktober

Kuala Lumpur Polri.co.id – Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mencatat dua kematian akibat komplikasi demam berdarah dengue (DBD) yang dilaporkan terjadi pada Pekan Epidemiologi ke-39 pada periode 25 September hingga 1 Oktober 2022.

Sedangkan jumlah kumulatif kematian karena komplikasi DBD hingga Pekan Epidemiologi ke-39 di tahun 2022 mencapai 26 orang, meningkat jika dibandingkan periode sama 2021 yang mencapai 13 kematian, menurut Dirjen Kesehatan KKM Noor Hisham, dalam keterangannya diterima di Kuala Lumpur, Kamis.

Adapun jumlah kumulatif kasus DBD yang dilaporkan sejauh ini adalah 43.544 kasus, meningkat 23.658 kasus atau sekitar 119 persen jika dibandingkan dengan periode sama 2021 yang mencapai 19.886.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan jadi sorotan media dan netizen Malaysia

 

Menurut dia, jumlah lokasi titik penularan DBD terus meningkat pekan ini, mencapai 55 lokasi, dibandingkan sebelumnya yang mencapai 48 lokasi.

Dari 55 daerah titik penularan DBD itu, 33 atau 60 persen daerah berada di Negara Bagian Selangor, 16 atau 29 persen berada di Sabah dan enam atau 11 persen daerah berada di Wilayah Federal Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Surveilans Chikungunya mencatat tiga kasus dalam pekan epidemiologi ke-39, dengan semua kasus dilaporkan dari Negara Bagian Selangor. Jumlah kumulatif kasus chikungunya hingga saat ini adalah 649 kasus.

Sedangkan untuk pengawasan  Zika, ia mengatakan sebanyak 1.488 sampel darah diuji dan 15 sampel urin disaring untuk. Hasilnya semuanya negatif.

Berdasarkan keterangan Departemen Meteorologi Malaysia, fase peralihan monsun yang dimulai dari 3 Oktober hingga awal November akan menyebabkan hujan lebat dan angin kencang dalam masa yang singkat.

Baca juga: Malaysia-UEA menang telak di Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

 

Oleh karena itu, kata dia, semua pihak perlu memastikan tidak ada potensi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes di sekitar rumah, termasuk di kebun masyarakat.

Ia meminta agar barang-barang usang atau tidak terpakai dibuang di tempat pembuangan yang ditentukan. Untuk area di dalam rumah, periksa bagian dasar mesin penyaring air, pelapis piring, pelapis vas, dan pastikan tidak ada air yang tergenang.

Sejak bulan September upaya untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD oleh pemerintah Malaysia dengan menggiatkan “fogging” di tempat-tempat pemukiman hingga perkantoran. Termasuk yang ada di wilayah segitiga emas Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur.

Baca juga: PMI NTB terbantu kebijakan bebas biaya pemberangkatan ke Malaysia

Baca juga: Sake Jepang ditambahkan ke “ASI Bootcamp in Malaysia 2022”

 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment