Kartu Prakerja lakukan inovasi teknologi pastikan lancarnya layanan

Kita tak mau kalah dengan inovasi yang dilakukan teman-teman di swasta

Jakarta Polri.co.id – Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja terus melakukan inovasi bidang teknologi termasuk yang lazim digunakan oleh berbagai perusahaan startup untuk memastikan lancarnya layanan, kata Direktur Operasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Hengki Sihombing.

“Sebagai ‘startup’ pertama milik pemerintah, Program Kartu Prakerja menggunakan teknologi yang sebenarnya lazim digunakan oleh perusahaan startup besar atau kecil,” kata Hengki Sihombing dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

“Kita tak mau kalah dan tertinggal dengan inovasi yang ada di dunia, khususnya inovasi yang dilakukan teman-teman kita di swasta,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja menjadi program pemerintah pertama yang menggunakan teknologi cloud secara menyeluruh dan masif.

Salah satu inovasi yang juga diterapkan adalah penyediaan fitur rekomendasi pekerjaan berdasarkan kemampuan yang telah dipelajari penerima manfaat, dengan basis machine learning.

Sistem Kartu Prakerja telah menggunakan teknologi IaaS (Infrastructure as a Service), SaaS (Software as a Service) dan PaaS (Platform as a Service).

Baca juga: Manajemen Pelaksana: 60 persen peserta Kartu Prakerja tinggal di desa

Baca juga: Kartu Prakerja selenggarakan pelatihan relevan dengan industri

Namun, di masa belum memiliki “kemewahan” untuk menggunakan teknologi seperti Docker, Kubernetes, Istio dan sebagainya, Program Kartu Prakerja di masa awal harus menggunakan 100 mesin virtual agar dapat melayani pengguna yang mengakses situs dan layanan Kartu Prakerja.

Sistem awal Kartu Prakerja dibangun dalam waktu singkat, dengan pembukaan gelombang pertama tepat satu hari setelah berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi COVID-19.

“Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga harus memastikan layanan Program Kartu Prakerja tidak down sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo,” jelas Hengki.

Berbicara pada World Cloud Show di Jakarta pada Rabu lalu (5/10), dia menjelaskan penggunaan berbagai layanan teknologi dalam Program Kartu Prakerja sendiri disesuaikan dengan kebutuhan.

“Tapi semua jenis layanan teknologi tersebut kembali pada kondisi dan solusi yang ingin dipecahkan, yang terpenting bagaimana layanan Kartu Prakerja dapat diakses oleh belasan juta pengguna per bulan,” katanya.

Baca juga: Program Kartu Prakerja didukung infrastruktur teknologi solid

Baca juga: Moeldoko: Program Kartu Prakerja terbukti bermanfaat

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment