Jumlah istri tersangka pembunuh berantai di Bekasi sebanyak enam orang

Itu tentu juga butuh proses pendalaman

Jakarta Polri.co.id –

Jumlah istri tersangka terduga pembunuh berantai di Bekasi, ​​​​​​Wowon Erawan alias Aki sebanyak enam orang dan dari jumlah itu tiga di antaranya diduga juga menjadi korban.   


“Untuk perkembangannya, ada beberapa secara kuantitas, angka istri tersangka Wowon sebanyak ada enam orang. Itu tentu juga butuh proses pendalaman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui, Jumat.

 

Trunoyudo menambahkan mengenai kebenaran soal enam istri Wowon itu perlu dibuktikan dengan pencatatan administratif.

 

Dari informasi yang diperoleh, keenam istri Wowon adalah Wiwin, Ende, Heni, Iis, Halimah, dan Ai Maemunah.

 

 

Halimah sendiri adalah ibu dari Ai Maemunah yang tewas dibunuh oleh rekan Wowon yakni Solihin alias Duloh di Cianjur, Jawa Barat.

 

Sementara istri Wowon bernama Wiwin juga dibunuh dan dikubur di satu lubang dengan ibunya bernama Noneng.

 

“Jadi, korban tewas sementara berjumlah sembilan orang,” kata Trunoyudo.

 

Sebelumnya, kasus pembunuhan berantai, terduga oleh Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan Dede Solahuddin ini berawal dari kematian tiga dari lima anggota keluarga di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (12/1).

 

Kemudian di Cianjur ditemukan lima orang korban yakni Wiwin yang merupakan istri dari Wowon, Bayu anaknya, Noneng mertua Wowon dan Halimah istri lain Wowon yang dibunuh Solihin alias Duloh.


Terdapat satu korban lagi namun jasadnya masih belum ditemukan.

 

Di Garut ditemukan, satu korban yang dibuang ke laut oleh komplotan Wowon. Namun, berhasil ditemukan.

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut kasus pembunuhan ini adalah serial pembunuh (killer) yang dikemas supranatural dengan janji membuat menjadi kaya.

 

“Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut ‘serial killer’ dengan motif janji-janji yang dikemas supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya,” ucap Fadil Imran dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1).

Baca juga: Polisi periksa kondisi psikologi pelaku mutilasi di Bekasi

 

Fadil menjelaskan Wowon dan komplotannya melakukan pembunuhan kepada para korban karena dianggap berbahaya setelah mengetahui praktik kejahatan tersebut.

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Leave a Comment