Distan Pangan Bali operasi pasar selama tiga bulan di tujuh titik

Denpasar Polri.co.id – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali membuka tujuh titik pelaksanaan operasi pasar selama tiga bulan di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng sebagai daerah inflasi tertinggi agar masyarakat di provinsi itu dapat menikmati harga pangan yang sesuai.

“Operasi pasar tidak hanya dilakukan hari ini saja, tapi juga dilakukan di Denpasar dan Buleleng dengan jadwal tertentu sampai dengan lajur inflasi stabil, sehingga masyarakat Bali bisa menikmati harga pangan sesuai dengan kebutuhan,” kata Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian (APHP) Madya Distan Pangan Bali Made Adi Wahyuni di Denpasar, Minggu.

Wahyuni di sela memantau operasi pasar menyebutkan bahwa tujuh lokasi tersebut berada di Buleleng, yaitu di eks Pelabuhan Buleleng dan Pusat Kota Buleleng. Kemudian Denpasar di Lapangan Niti Mandala Renon, Museum Bali, Pasar Kreneng, Lapangan Korem 163/Wirasatya, dan kawasan Denpasar Utara.

Baca juga: Tinjau Pasar Badung, Mendag sebut harga bahan pokok di bawah rata-rata

Ia mengatakan operasi pasar akan digelar hingga Desember 2022 setiap hari Senin, Selasa, Sabtu, dan Minggu, dengan tujuan untuk menekan lajur inflasi terutama pada tujuh bahan kebutuhan pokok.

“Operasi pasar murah dilaksanakan untuk menekan lajur inflasi terhadap harga pangan yang strategis, terutama cabai, bawang merah, telur, daging ayam, bawang putih, beras, dan minyak goreng,” ujarnya.

Selain itu, Distan Pangan juga menjual produk hasil pertanian, seperti buah-buahan yang diambil langsung dari petani lokal. Dalam operasi pasar yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Wahyuni mengatakan produk tani yang dibawa berasal dari petani Denpasar dan Tabanan.

Harga produk yang dijual di operasi pasar memiliki selisih Rp3 ribu hingga Rp15 ribu dari harga yang ada di pasar. Selain untuk memberikan harga terbaik bagi konsumen, Wahyuni menyebut ini sebagai upaya menyejahterakan petani lokal.

“Harga telur Rp20 ribu per 10 butir, kita hanya jual Rp18 ribu. Minyak goreng di pasar Rp25 ribu per kemasan, di sini kita jual Rp15 ribu. Kalau cabai trennya sudah sangat tinggi, tetapi selama mengadakan pasar murah sudah mulai turun harganya dari Rp50 ribu sekarang Rp45 ribu, di kita jual Rp20 ribu per kantung atau setengah kilogram,” kata dia.

Sementara untuk produk hasil pertanian dari kelompok tani daerah seperti buah manggis dijual Rp20 ribu per kilogram, sedangkan harga di pasaran Rp30 ribu per kilogram. Kemudian salak gula pasir di pasaran Rp30 ribu, di operasi pasar dijual Rp15 ribu.

Baca juga: Indonesia ajak G20 buka pasar kerja untuk penyandang disabilitas

Baca juga: Dukung UMKM, Pegadaian gelar Festival Pasar Senyum Rakyat di Bali

Salah satu warga Denpasar yang ditemui di lokasi operasi pasar, Dewi Mundi Utami (37) mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar di kawasan Car Free Day, Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

“Ini membantu sekali, saya sekalian beli buah harganya murah tidak perlu menawar sudah murah. Ini Rp20 ribuan buah-buahannya, kebetulan salak gula pasir satu kilogramnya di pasar kemarin sampai Rp30 ribu,” kata dia.

Dewi mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar, namun karena baru mengetahui kegiatan ini saat berolahraga bersama keluarga, akhirnya tak banyak yang dapat dibeli.

“Ini pertama kali beli di operasi pasar, sepertinya bakal datang lagi karena murah. Ini tahu karena CFD saja, terus dengar ada jual buah jadi mampir,” ujarnya.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment