Baznas anggarkan Rp8,6 miliar untuk bedah rumah di Jakbar

nilainya Rp50 juta per rumah

Jakarta Polri.co.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Jakarta Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp8,6 miliar untuk kegiatan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 136 unit sepanjang 2022.

“Kalau tahun ini kan alokasinya 136 rumah dan nilainya Rp50 juta per rumah,” kata koordinator Baznas Bazis Wilayah Jakarta Barat, Heru Norwanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dana tersebut disalurkan ke dalam program bedah rumah yang ada di dalam kegiatan Pemkot Jakbar bertajuk Jumat Berfaedah.

Kegiatan tersebut digulirkan dengan tujuan membantu ratusan warga mendapatkan hunian yang layak.

Heru menjelaskan warga yang ingin rumahnya dibedah secara gratis oleh Pemkot bisa mendaftarkan diri ke kelurahan setempat.

Setelah terdaftar, tim dari Baznas akan melakukan survei ke rumah guna memastikan rumah tersebut layak untuk di bedah atau tidak.

“Yang pasti kita cek ke lokasi dan memeriksa rumah serta memastikan legalitas lahan atau bangunannya,” jelas dia

Setelah lolos seleksi dan dinyatakan layak untuk dibantu, pihak Pemkot akan menunjuk kontraktor untuk membedah rumah tersebut.

Sejauh ini, lanjut Heru, tercatat sudah ada 61 rumah warga yang dibedah menjadi hunian layak di wilayah Jakarta Barat.

Dia memastikan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan dibukanya kesempatan mendaftar program bedah rumah.

Sebelumnya, Asisten Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Barat, Amien Haji mengatakan pihak juga akan memberikan bantuan lain kepada keluarga yang rumahnya dibedah.

Bantuan tersebut berupa fasilitas kesehatan seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

“Tentunya kita akan menanyakan terkait BPJS kesehatan, apakah sudah sebagai anggota ? Kalau belum kita fasilitas untuk mendaftar,” ucap dia.

Selain itu, Amien juga akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat guna mencarikan pekerjaan jika keluarga tersebut membutuhkan.

“Kita akan sharing ke Sudinakertrans apakah ada bisa disinergikan, kita akan inventarisir,” ungkap dia.

Dengan program tersebut, Amien berharap warga Jakarta Barat bisa mendapatkan kehidupan lebih layak dengan memilik rumah yang aman serta nyaman.

Baca juga: Gubernur DKI letakkan batu pertama pembangunan RS Bedah Toto Tentrem

Baca juga: Pembangunan bedah kawasan Cipete Utara capai 70 persen

Baca juga: Jakarta Utara fasilitasi rumah ibadah akses sistem PeDeKaTe

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © Polri.co.id 2022

Leave a Comment